Sosok Itu Ada, It's In Ra Dream (Part 1)

Mimpi adalah bagian dari hidup. Dan dia adalah bagian terbaik dari mimpi Raya selama ini.

“Uuhh….”

“Anginnya kecang sekali!

“Lho, Ini dimana?” Tanya Ra dalam hati.

Ra berjalan kebingungan, sepi sekali disini. Ra tidak melihat ada seoarangpun di sekitarnya. Sepertinya Ra satu-satunya yang ada sana. Padahal saat ini adalah siang hari. Ada yang aneh. Ra berjalan menyusuri semua pertokoan yang ada dipinggir jalan. Semua toko tersebut tutup.

Ra kebingungan. “Ini sebenarnya dimana?”

Ra menoleh ke toko yang ada disudut jalan dan sepertinya satu-saunya toko yang terbuka. Ada tulisan Open disana. Ra berjalan cepat kearah toko tersebut.

Ra melihat ke arah plang toko tersebut. Disana tertulis Betra Florist. Ra mendorong pintu toko tersebut.

“Tidak terkunci..” Pikirnya.

Setelah masuk, Ra melihat seorang laki-laki yang sedang menata bunga. Dia menoleh ke arah Ra.

“Ada orang rupanya?”

“Kamu siapa? Dia bertanya kepada Ra.

“Aku juga mau tanya itu? Ini dimana? Kamu siapa? Kenapa Aku bisa ada disini?” Tanya Ra bingung.

Dia diam. Sepertinya juga bingung dengan pertanyaan Ra.

“Hmmm… kalau di tanya begitu? Aku juga tidak begitu tau ini di mana? Yang aku tau aku juga tiba-tiba saja ada di toko bunga ini..” Lanjutnya lagi sambil tersenyum.

“Heee…” Ra bingung dengan jawabannya.

***

Ra… Ra… Ra…!!!”

Sayup sayup Ra mendengar sebuah panggilan. Kencang dan semakin kencang. Ra terbangun, terduduk karena terkejut.

“Lho,… ini dikamar? Trus tadi? Sepertinya Ra bermimpi.

Naila sahabat Ra masuk kekamar. “Akhirnya kamu bangun juga? Serunya.

“Seriusan, kamu sadar tidak ini sudah jam berapa? Katanya kamu mau temanin Aku hari ini? Serunya lagi.

“Cepat mandi sana!” Teriaknya lagi sambil berjalan keluar dari kamar.

“Okey…!” Jawab Ra sambil beranjak dari tempat tidur.

Sebelum Naila keluar, Ra mengejarnya, dia hampir terjatuh karena tarikan Ra yang tiba-tiba.

“Naila, tau gak? Aku tadi baru mimpi ketemu cowok ganteng!!” Ra setengah memukul Naila. “Kamu sudah membangunkan Aku…!” Teriak Ra kesal.

“Adduuh… Sakit, Ra?” Teriak Naila.

“Trus Aku tau darimana kalau kamu tadi mimpi, Ra?

“Kamu salah, Aku belum sempat tanya namanya! Kata Ra lagi jengkel.

“Ya sudah, kalau begitu kamu tidur lagi sana!

“Aaah… Gak bisa tidur lagi! Jawab Ra kesal.

“Naila, Bodoooh!

Naila menonjok Ra, mendorongnya masuk ke kamar mandi.

“Mandi sana cepat!”

Naila itu sahabat baik Ra sejak kecil, mereka tinggal bersama di rumah Ra. Orang tua Ra jarang sekali ada dirumah, mereka lebih banyak di luar negeri. Jadinya Ra sering berdua saja di rumah.

Di kamar mandi Ra masih sempat kepikiran soal mimpi yang tadi. Mimpi itu terasa nyata sekali.

“Itu kira-kira kalau dilanjutin bakalan seperti apa ya?”

Pasti. Pikiran Ra mulai berimajinasi.

“Ra, Aku menyukaimu! Pejamkan matamu…”

Ra membayangkan dia memeluk dan mulai menci…..”

“Kkkyyaaa!! Ra menepuk jidatnya sendiri. “Imajinasiku berlebihan. “Sudah-sudah…! Aku harus mandi sekarang!”

“Buruuuuuuan, Ra….!” Teriakan Naila dari luar kamar.

“Dasar! “Nggak sabaran sekali itu anak!”

“Iya, iya ini sudahan! Teriak Ra dari kamar mandi.

“Kamu itu, sudah sikat giginya lama. Belum mandinya lagi! Naila mengomel dari luar.

“Iya, sabar Nail…! Aku tinggal cari baju. Teriak Ra lagi.

“Sini, Baju biar Aku cariiin…! Naila masuk kekamar Naila.

Nail membongkar lemari, melemparkan beberapa baju ke arah Ra. Ra menolak karena tidak sesuai dengan seleranya.

“Ini nggak..! Ini juga nggak!

Lagi, Nail melemparkan beberapa baju lagi.

“No!

“No!

“No!

Tidak ada yang cocok.

“Ra, kamu itu pakai apa aja juga cocok?” Teriak Naila kesal.

“Sebentar, Nail..” Kata Ra sembil berlari ke keranjang baju kotor. Ra menarik baju yang berwarnah hijau yang dia pakai kemarin malam.

“Ini..” Ra berlari memperlihatkan ke Nail.

“Iiih.. Kamu jarok sekali, Ra..!

“Kan baru pakai sekali, trus cuma sebentar lagi. Lagian Aku malas kalau harus ganti-ganti baju trus, kan nanti capek nyucinya. Hehe. Ra tertawa ke arah Naila. Dia hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali.

“Aku sudah siap! Ra berdiri di depan Naila setelah memakai baju yang kemaren.

“Ayo pergi!” Katanya tersenyum ke Naila.

“Dasar!

“Untung kamu cantik, coba nggak..” Naila mendegus kesal.

“Ra, miris juga ya ngebayangin aku nyari baju trus dandan berjam-jam lamanya. Dan masih cantikkan kamu yang cuma pake baju yang asal comot dari keranjang kotor..” Kata Naila.

“Iyaaaa…” Jawab Ra sambil tertawa.

***

Sekedar info, Ra itu adalah cewek yang sangat popular di kampusnya. Yang tidak kenal dia sekalipun. Sekali lihat pasti setuju Ra itu sangat cantik.

Gimana tidak?

Matanya besar, bibirnya merah, mungil, bulu matanya lentik, kakinya panjang, rambutnya halus terawat. Satu kata buat Ra “Sempurna”.

Istilahnya, Cantik tanpa usaha. “Mau di gimanain juga tetap cantik”

Yang suka dengan Ra itu bukan hitungan jari lagi. Tapi segudang!” Sudah banyak sekali yang nembak si Ra buat dijadiin pacar. Tapi ditolak semua, termasuk senior di kampus Ra yang cukup terkenal sempat nembak si Ra, diterima sih. Tapi Cuma bertahan satu minggu. Berakhir di putusin sama si Ra.

Naila sebagai sebagai sahabatnya tentu saja heran.

“Ra, masa nggak ada yang nyangkut sama sekali di hati kamu? Naila berkali-kali bertanya pertanyaan yang sama.

“Belum ada..” Selalu itu jawaban Ra.

Ya, menurut si Ra, cowok yang bisa membuat dia tertarik itu belum ada guys!!!

“Kira-kira kapan ya Ra bisa ketemu soul mate ku ya? Kata Ra.

Siapa yang bisa jawab selain Ra sendiri. Sepertinya Ra menunggu cowok yang tepat! Katanya.

***

Hari ini Naila ingin janjian akan bertemu dengan seseorang. Katanya teman dunia mayanya sih. Kenalan melalui salah satu media socialnya yaitu facebook.

Setelah sampai di tempat yang dijanjikan kami memesan minuman.

“Aku pesan Juice Manggo, Kamu Nail?

“Sama aja deh, Ra…” Kata Naila.

“Oya, Nail. Namanya siapa?

“Noel..! Kenapa?

Ra menggeleng.

“Tau nggak, Ra? Aku lagi deg deg-an ini. In pertama kalinya aku dan Noel ketemuan.”

“Tapi Nail, apa nggak salah kamu ajak aku juga?” Tanya Ra.

“Kenapa?

“Aku nggak tanggung jawab lho, kalau dia berpaling ke arahku, Nail? Ra tertawa terkekeh menggoda Naila.

Naila cuma tertawa kecut mendengar candaan Ra.

Lima belas menit. Noel muncul dan menghampiri kami. Sejenak dia menatap ke arah Ra. Begitu sebaliknya. Ra melihat Noel dari atas trus ke bawah. Di atas standar pikir Ra.

“Tampan dan sepertinya kaya…?” Ra menyikut Nail yang berada disamping. Nail sepertinya dia sangat gugup.

“Hai Naila…? Sapa Noel ke Naila.

“Hai…” Balas Naila.

“Oya, perkenalkan. Ini Ra sahabatku.” Ra mengangguk tersenyum ke arah Noel. Noel melihat kearah Ra juga tersenyum.

“Hai…” Sapanya ke Ra.

Mereka bertiga makan dan bercerita seperti sudah kenal lama. Noel sesekali menoleh ke arah Ra. Ra terlihat risih, bukan karena apa. Tapi satu hal yang sedikit membuat Ra terganggu adalah ketika hampir semua laki-laki yang dekat dengan Naila selalu saja tertarik dengannya. Dan Naila selalu saja kecewa di buatnya. Tapi Ra bersyukur meskipun begitu Naila tak pernah membencinya sama sekali. 
.... Continue to part 2
Tag : CERBUNG
0 Komentar untuk "Sosok Itu Ada, It's In Ra Dream (Part 1)"

Back To Top